Pengalaman UMROH Pertama Kali

By | November 1, 2018

Berangkat ke tanah suci adalah dambaan bagi setiap umat islam.

Berziarah & menapaki jejak para Nabi & Rosul, dengan melakukan ibadah HAJI & UMROH. Ibadah yang diwajibkan kepada setiap muslim yg MAMPU secara materi.

Diantara sobat yg ingin menjalankan ibadah HAJI atau UMROH Murah Di jakarta, maka jangan segan untuk menabung dan berdoa tentunya.

Sebagaimana yang aku lakukan sebelumnya, hingga akhirnya aku mantap buat berangkat UMROH & mendapat PENGALAMAN yg tidak TERLUPAKAN.

Pengalaman umroh buat pertama kali pada tahun 2017 pada awal bulan Desember, merupakan sesuatu yg luar biasa bagi saya & saudara tertua perempuan aku .

Kami berangkat umroh menggunakan galat satu agen travel yang ada pada Bandung.

Agen travel UMROH akan mengurus segala administrasi sobat, mulai dari penerbitan VISA, Vaksin Meninghitis, PASPOR, tiket PP, Hotel, dan aneka macam akomodasi selama pada tanah kudus.

Sobat hanya perlu menyiapkan perlengkapan & alat-alat pribadi buat umroh.

Perlengkapan & peralatan umroh yang harus sobat persiapkan telah aku bahas pada goresan pena sebelumnya mengenai [perlengkapan umroh yang harus dibawa].

Kali ini saya akan bercerita seputar pengalaman perjalanan & ritual ibadah umroh.

LABBAIIIKALLOH…HUMMA LABBAIIK

LABBAIKALAA SYARIIKALAKA LABBAIKK

INNAL HAMDA…WANNI’MATA

LAKA WALMULK LAASYARIIIKALAK…

“Aku memenuhi panggilanMu ya Allah saya memenuhi panggilanMu.

Aku memenuhi panggilanMu tiada sekutu bagiMu saya memenuhi panggilanMu.

Sesungguhnya kebanggaan dan ni’mat merupakan milikMu begitu pula kerajaan tiada sekutu bagiMu”

Masih terngiang ditelinga & masih terenyuh pada hati, ketika mendengar kalimat talbiyah dilantunkan. Dan mengiringi keberangkatan kami.

Perasaan bahagia, haru biru terlebih sanak saudara kami ikut mengantarkan embarkasi kami yg menambah suasana semakin syahdu

(waktu itu aku menangis bahagia sekaligus murung seakan sebuah rendezvous terakhir).

Berangkat lebih kurang pukul 1 dini menggunakan minibus travel menuju bandara Sukarno Hatta.

Dan mampir buat sholat subuh, dilanjutkan sarapan beserta pembagian paspor, name tag dll, di hotel yang berada dekat daerah bandara.

Sebelum menuju bandara, kami dibrifing dan diabsen serta diinformasikan agar selalu menggunakan name tag berupa ID card yg telah diberikan pihak travel.

Isi dari name tag tersebut berupa nama, nomor paspor, nama hotel & alamat hotel tempat kami menginap selama di tanah kudus.

Sesampainya dibandara kami hanya menunggu sekitar 2 jam, kemudian boarding dan take off.

Sewaktu perjalanan dalam kendaraan hingga di bandara sobat akan dibimbing membaca doa, sholawat, dan talbiyah yang terus menerus.

Alhamdulillah kami menggunakan maskapai GARUDA buat keberangkatan dan SAUDIA AIRLINES buat kepulangan.

Perlu sobat ketahui bahwa SA memiliki kelebihan dibandingkan GA yaitu masih ada tempat yg khusus disediakan buat sholat pada pada pesawat, sebagai akibatnya sobat sanggup sholat berjamaah dan leluasa.

Jadi apabila sobat akan ibadah UMROH sebaiknya cari agen travel yg menggunakan jasa SAR atau minimal GA, supaya sobat sanggup nyaman pada perjalanan buat ibadah.

Perjalanan pesawat dari bandara Sukarno Hatta menuju Bandara King Abdul Aziz di Jedah, memakan waktu lebih kurang 9 jam.

Lantaran ini pengalaman umroh pertama kali, sekaligus pengalaman pertama memakai pesawat buat waktu yg cukup lama .

Lamanya ketika pada pada pesawat membuat sobat pegal atau mungkin bosan, akan tetapi jangan khawatir dengan hal itu.

Sobat sanggup memanfaatkan saat tersebut buat tidur atau nonton film, atau membaca & menghafalkan doa-doa umroh.

Saran saya sebaiknya sobat manfaatkan waktu tadi buat mendengarkan murotal quran, atau tidur, untuk menambah pahala dan menghemat energi, karena umroh memerlukan fisik yang sahih-benar sehat & kuat.

Tiba pada bandara King Abdul Azis Jeddah lebih kurang pukul 11 malam ketika Mekah/Madinah.

Setelah terselesaikan pemeriksaan dibagian imigrasi lalu kami beristirahat sementara waktu sembari menunggu bagasi kopor kami siap diangkut ke pada bis.

Tetapi secara datang-tiba suasana ramai,

“Yaa.. Hajji Hajji!! Yaa..Hajjah Hajjah!!,..Simcard, internet?!!” teriak salah seseorang penjual kartu telepon genggam yang menghampiri saya, lalu saya jawab “La..Syukron..”, si penjual balik menunjukkan dan berbicara pada bahasa arab dengan cepat.

Sontak aku kaget, karena aku hanya sanggup 2 istilah tersebut (‘La’ yang ialah nir dan ‘Syukron’ yang adalah terima kasih hehe..) melihat paras aku yg kebingungan dan kikuk, si penjual tadi kemudian mengungkapkan: “ANDUNISI?” (adalah INDONESIA?), terus saya mengangguk.

Dan si penjual pribadi berbicara bahasa Indonesia menggunakan fasih (GUBRAAAGG.. RUAR BIASA), dia menyebutkan bila quota internet yg beliau jual murah & akses cepat.

Kerana aku sudah membelinya sewaktu di Indonesia jadi saya bilang telah punya.

Sayangnya saya lupa mengabadikan momen tadi, lantaran saking kagetnya diajak berbicara bahasa arab sama orang arab secara langsung (maklum pengalaman pertama…Hihihi).

Begitulah sobat peristiwa orang arab orisinil yg fasih berbahasa Indonesia.

Jadi sobat yg akan berangkat ke sana tidak usah khawatir tidak sanggup bahasa arab, lantaran ternyata bahasa Indonesiapun bisa dimengerti terutama dikalangan pedagang.

Selesai menurut bandara King Abdul Azis kami berangkat menuju kota Madinah yang bercahaya (ALMUNAWAROH), bepergian memakan waktu lebih kurang 6 jam.

Meskipun menurut bandara King Abdul Azis lebih dekat ke kota Mekah, namun agen travel kami menentukan memulai aktifitas berdasarkan Madinah kemudian ke Mekah.

Seperti apa kelanjutan cerita selama di Madinah, dan menurut Madinah ke Mekah?.

Insyaa Alloh akan saya bagikan dalam goresan pena berikutnya. Sekian dulu buat waktu ini, semoga bermanfaat ya sobat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *