Mewujudkan Perdamaian Dunia

By | October 16, 2020

Dahulu kita memahami bangsa Indonesia bagaikan bangsa yang cinta damai. Dunia juga mengakui hendak perihal itu. Bangsa Indonesia diketahui bagaikan bangsa yang santun, ramah, hirau dan cinta damai. Tetapi masih pantaskah saat ini bangsa ini menyandang predikat bagaikan bangsa yang santun, ramah, hirau dan cinta damai semacam dulu kala? Pasti bila ingin jujur wajib kita akui bersama saat ini bangsa ini tidak pantas lagi menyandang istilah bagaikan bangsa yang santun, ramah, hirau, dan cinta damai. Maaf saja tadinya, tetapi seperti itu realitas yang terdapat.

 

Bila ingin sejenak merenung, saat ini bangsa Indonesia seakan terus menjadi kehabisan jatidirinya. Salah satu yang jadi cirri khas jatidiri bangsa Indonesia merupakan cinta damai. Tetapi realitasnya akhir- akhir decade ini penulis mengamati budaya cinta damai itu terus menjadi menghilang bersamaan berjalannya waktu. Hingga dari seperti itu dalam tulisan ini penulis hendak memfokuskan terpaut permasalahan perdamaian. Butuh kita tahu bersama, permasalahan perdamaian saat ini tidak saja jadi permasalahan urgen untuk bangsa Indonesia. Tetapi permasalahan perdamaian ialah suatu salah satu dari 5 isu global yang tumbuh saat ini ini.

 

Semacam yang diungkapkan seseorang dosen bernama( bunda) Ariefa Efianingrum, Meter. Sang kalau saat ini ini terdapat 5 pokok isu global yang lagi tumbuh. Ialah terpaut pollution( polusi), permasalahan kemiskinan, peaceful( permasalahan perdamaian), population( permasalahan populasi penduduk), serta terpaut permasalahan konflik sosial. Sebaliknya bagi( ayah) Arif Rochman, Meter. Sang yang pula seseorang dosen mengatakan terdapat satu lagi ialah terpaut permasalahan crime( kejahatan, kriminalitas). Sebagian perihal itu ialah isu global yang lagi tumbuh saat ini ini.

 

Dalam tulisan ini aku cuma hendak sedikit membahas serta membagikan analisis simpel terpaut isu peaceful( perdamaian). Karena bagi penulis permasalahan perdamaian dikala ini jadi perihal yang sangat urgen sekali. Bukan cuma untuk bangsa Indonesia, tetapi pula untuk segala masyarakat dunia ini. Merasakan kehidupan yang nyaman, tentram, serta damai ialah hak asasi tiap manusia. Serta ini tidak dapat diganggu- gugat maupun ditawar- tawar lagi. Sekaya apapun seorang ataupun semaju apapun suatu Negeri tentu tidak ingin hidup dalam keadaan konflik ataupun peperangan. Bagi penulis kodrat kita bagaikan manusia yang dianugerahi rasa kasih sayang serta nurani oleh Tuhan mendesak kita buat terus menyayangi perdamaian.

 

Kala terdapat seorang maupun Negeri yang lebih suka menyerukan peperangan, bisa jadi saja hati nuraninya sudah mati. Karena seluruh yang hati nuraninya masih berperan pasti hendak memilah perdamaian. Bukankah perdamaian itu tidak susah serta lebih membagikan harapan? Kenapa wajib kita persulit? Sesungguhnya tidak sesulit yang kita bayangkan, andai saja seluruh orang serta segala Negeri di dunia ini ingin bersama- sama“ silih bergandengan tangan” serta berkomitmen buat terus menyerukan serta mewujudkan perdamaian dunia.

 

Murut penulis telah saatnya saat ini kita hapuskan paradigma kalau mewujudkan suatu perdamaian itu susah. Paradigma kalau mewujudkan perdamaian itu susah cuma hendak terus membelenggu fikiran kita serta jadi batu sandungan yang menjegal seluruh upaya perdamaian itu sendiri. Penulis terkadang merasa miris, kenapa begitu mudahnya kita serukan konflik serta peperangan? Sedangkan itu begitu susah cuma buat suatu perdamaian yang mana demi kehidupan bangsa pula segala Negeri yang lebih baik. Ini pasti jadi PR buat bangsa Indonesia spesialnya serta segala Negeri di dunia yang masih bernurani pastinya.

 

Kita bersama wajib percaya kalau sesuatu dikala nanti perdamaian dunia hendak betul- betul terwuudkan. Pasti percaya saja tidak lumayan serta tidak hendak sempat mengganti kondisi. Bagi penulis wajib terdapat upaya- upaya nyata yang kita jalani bersama Negara- negara di segala penjuru dunia. Sepanjang ini memanglah kerap terdapat upaya- upaya diplomasi serta pertemuan antar Negeri guna menghasilkan perdamaian dunia. Pada kesimpulannya yang dihasilkan semacam biasa ialah butir- butir konvensi ataupun semacam perjanjian bersama yang sepanjang ini belum banyak sanggup merubah kondisi.

 

Kenapa penulis memandang belum banyak terdapatnya pergantian yang dihasilkan dari pertemuan- pertemuan ataupun perjanjian- perjanjian terpaut perdamaian yang dicoba bermacam Negeri sepanjang ini? Kita amati saja bagaikan contoh konflik antara Israel serta Palestina yang tidak kunjung usai sampai saat ini. Ataupun yang lebih simpel lagi betapa masih gempar terjalin konflik SARA pada akhir- akhir ini. Terus gimana solusinya?

 

Terdapat sebagian pemecahan ataupun upaya tipe Cipto Wardoyo yang wajib dicoba demi mewujudkan perdamaian dunia, antara lain:

 

•Melalui Pendekatan Cultural( Budaya)

 

Bagi penulis buat mewujudkan perdamaian kita wajib mengenali budaya masing- masing warga maupun suatu Negeri. Bila tidak hendak percuma saja seluruh upaya kita. Dengan mengenali budaya masing- masing warga ataupun suatu Negeri hingga kita dapat menguasai ciri dari warga ataupun Negeri tersebut. Atas dasar budaya serta ciri warga ataupun sesuatu Negeri, kita dapat mengambil langkah- langkah yang pas serta efisien dalam mewujudkan perdamaian disitu. Bagi penuulis pendekatan budaya ini ialah metode yang sangat efisien dalam mewujudkan perdamaian di warga Indonesia dan dunia.

•Melalui Pendekatan Sosial serta Ekonomi

 

Dalam perihal ini pendekatan sosial serta ekonomi yang penulis maksudkan terpaut permasalahan kesejahteraan serta factor- factor sosial di warga yang ikut mempengaruhi terhadap upaya perwujudan perdamaian dunia. Kala masyarakatnya kurang sejahtera pasti saja lebih rawan konflik serta kekerasan di dalamnya. Warga ataupun Negeri yang kurang sejahtera umumnya hendak“ cuek” atas isu serta seruan perdamaian.“ Boro- boro mikirin perdamaian dunia, buat makan buat hidup tiap hari saja susahnya memohon ampun”, begitu fikir mereka yang kurang sejahtera. Hingga buat menunjang upaya perwujudan perdamaian dunia yang wajib dicoba terlebih dulu merupakan tingkatkan pemerataan kesejahteraan segala warga serta Negeri di dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *